Sabtu, 01 Juni 2013

Kompetensi Organisasi

Akhirnya.............. Kembali menulis dan sedikit berceloteh lagi setelah vakum berabad-abad (#Lebay banget) karena lagi-lagi lupa kata sandi dan disibukkan dengan laporan...... (huft....)



Kompetensi itu identik dengan 2 kata yaitu kapasitas dan kapabilitas. Kita mungkin sering ya mendengar kata-kata di atas. Nah sekarang pertanyaannya kita sudah tahu belum arti atau makna dari kata-kata itu. Hayooo tahu g???
Kompetensi menurut KBBI adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu). Biasanya kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki. Kapasitas ruang yang tersedia; daya tampung. Sedangkan kapabilitas adalah kemampuan untuk menggunakan kapasitas. Seorang yang aktif di organisasi, punya kompetensi yang besar itu banyak tapi orang yang berkompetensi dan berkarakter itu sedikit sekali lho kawan.......... Tahu g apa bedanya kompetensi dan karakter di sini?

Kompetensi itu bisa ditingkatkan dalam waktu yang cepat. Kapasitas orang akan selalu meningkat. Sedangkan karakter itu butuh kekuatan hati untuk membuatnya menjadi baik, karakter tidak meningkat tapi itu yang menunjukkan baik atau tidaknya orang. Karakter bersifat memperbaiki diri, dihasilkan dari proses dan kebiasaan.
Kalau orang yang hanya berkompeten dalam suatu organisasi akan mempertanyakan dan menuntut hak nya. Meminta pengakuan dan penghargaan dari orang. Sedangkan orang yang berkarakter ia akan bertanya "Apa yang bisa saya bantu?". Ia cenderung berorientasi melaksanakan tanggung jawabnya karena orang berkarakter itu memegang kuat komitmennya.

Kemampuan tertinggi seseorang adalah bijaksana, dimana bisa menggabungkan antara kompetensi dan karakter. Kompetensi menjadikan seseorang ahli. Sedangkan karakter menjadikan seseorang dewasa. 

Beralih ke organisasi.........
 
Pada umumnya setiap organisasi membawa nilai kekeluargaan dan profesionalitas. Sering kali pula orang mengatakan bahwa kedua nilai tersebut tidak bisa disatukan. Menurut saya hal ini salah, sesungguhnya kedua nilai tersebut bisa disatukan. Dalam keluarga orang tidak hanya diberi tetapi juga diingatkan. Profesional adalah melakukan sesuatu seperti yang seharusnya. Jika kita merasa teman se-organisasi kita adalah keluarga kita juga maka ketika dia melakukan kesalahan, melakukan sesuatu yang tidak seharusnya maka kita harus mengingatkannya, bukan membiarkannya. Secara otomatis kedua nilai diatas bisa diaplikasikan bersama. Jangan karena takut anggota atau teman kita akan lari karena diingatkan kemudian kita hanya mengutamakan bagaimana membuat orang nyaman dengan memberikan hak nya dalam organisasi. Jika para anggota/kader suatu organisasi "dicekoki" dengan hal demikian maka hanya akan ada kader yang berkompeten (mungkin) tapi tidak berkarakter. 
Sejak awal perlu ditanamkan bahwa kita sedang mendidik manusia. Mendidik itu adalah masalah bagaimana menyentuh hati. Proses kaderisasi adalah proses pembelajaran membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi paham, yang paham bisa mengerti dan yang mengerti menjadi mau melakukan. Tanamkan secara kuat bahwa oraganisasi ini akan berjalan dan berhasil karena "KITA", karena semua elemen dalam organisasi ini bahu-membahu untuk keberhasilan lembaga ini. Cari simpul yang sama yang bisa mengikat semua elemen menuju satu tujuan yang sama. Keterbukaan dan komunikasi menjadi hal primer dalam suatu organisasi. 

Mengenai amanah nih..... tentu dalam suatu organisasi tidak akan lepas dari yang namanya tugas atau amanah.

Sesungguhnya, semua akan kita dapatkan jika kita totalitas dalam menjalankan amanah. jangan ragu atau takut tidak bisa menjalankannya dulu.

Beberapa hal yang membuat orang tidak bisa menjalankan amanahnya dengan baik yaitu:
1. Tidak mengerti amanah itu gunanya untuk apa, manfaatnya apa
2. Kurangnya ilmu mengenai amanah tersebut
3. Tidak mau menjadi orang beramanah

Posisi kita dalam suatu organisasi juga mempengaruhi apa yang harusnya kita lakukan. Ketika menjadi ketua hal yang harus dilakukan adalah memunculkan potensi anggota. Seorang pemimpin harus bisa menghasilkan penerus. Ketika menjadi anggota, hal yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat agar tim tersebut menjadi tim yang baik dan hebat.

Jangan pernah berpikir apa yang sudah kita dapatkan dari organisasi ini tapi pikirkan apa yang sudah kita lakukan untuk organisasi ini.

Seperti dulu yang diajarkan guru SD kita, jalankan dulu kewajiban maka kita akan mendapatkan hak kita. Janganlah setelah dewasa kita melupakan pelajaran pendidikan kewarganegaraan tersebut dan terus-terusan hanya menuntut hak.


Yaaaa........... demikianlah sedikit celotehan saya..........




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar